Pemilihan media dalam upaya kampanye humas saat ini
menjadi sangat penting bagi perusahaan, jika perusahaan bisa memilih media
kampanye humas yang tepat maka pesan, informasi atau tujuan yang akan
disampaikan akan menuju kepada sasaran yang tepat (efektif). Saat ini media sosial berperang peting dalam
mendukung kegiatan pemasaran di sebuah perusahaan, walaupun efektifitas/keberhasilan
penggunaan media sosial tetap bergantung kepada pemilik media sosialnya. Untuk
menjalankanAgar penggunaan media sosial untuk kampanye humas berhasil maka, perusahaan
perlu beradaptasi di era media sosial, perusahaan harus memiliki konsep dan
memiliki tujuan pembuatan media sosial dan memiliki strategi pemasaran yang
akan dilakukan di media sosial, selanjutnya pengelola media sosial harus tahu bagaimana
cara melakukan pendekatan kepada khalayaknya, dan memiliki strategi penerapan kampanye
humas yang efektif dan berjangka panjang dengan memperhatikan konten atau isi
pesan yang ingin disampaikan pada setiap media sosial. Jika perusahaan tidak
mempersiapkan hal-hal tersebut maka penggunaan media sosial biasanya kurang
berhasil
Politeknik LP3I Bandung yang pada
awalnya condong melakukan kampanye humasnya melalui media konvensional seperti
koran, televisi dan radio, melakukan pengembangan kampanye humas melalui media sosial. Hal ini dikarenakan
Politeknik LP3I Bandung khususnya dalam
upaya pemasaran, menyadari membutuhkan sebuah media yang bersifat interaktif
dan menarik. Media yang interaktif diperlukan agar sifat promosi yang selama
ini bersifat satu arah akan menjadi komunikasi yang berjalan dua arah, sehingga
Politeknik LP3I Bandung dengan khalayaknya dapat saling berinteraksi dan dapat
menciptakan hubungan baik. Sedangkan media komunikasi yang menarik diperlukan
agar pesan yang ingin disampaikan Politeknik LP3I Bandung dapat dikemas menjadi
sesuatu yang berbeda dan menarik perhatian khalayaknya.
Politeknik LP3I Bandung menggunakan media sosial untuk
mengkomunikasikan informasi tentang Politeknik LP3I Bandung kepada masyarakat
secara meluas dan berkembang. Meskipun segmentasi pemasaran Politeknik LP3I
Bandung sebagian besar adalah masyarakat daerah dan para orang tua siswa, tapi
merasa penting untuk tetap mengikuti perkembangan era media sosial saat ini, karena
segmentasi Politeknik LP3I Bandung yang juga merupakan usia remaja memiliki
kecendrungan mengikuti perkembangan zaman. Adapun media sosial untuk kampanye
humas di Politeknik LP3I Bandung dilaksanakan oleh divisi Social Media Officer (SMO) sebanyak 2 orang Sumber Daya Manusia
(SDM) dan di kontrol langsung oleh Head Of marketing Politeknik LP3I
Bandung yaitu Wadir III Marketing dan Kemahasiswaan Politeknik LP3I Bandung.
Pelaksanaan pengembangan komunikasi
pemasaran melalui media sosial diatur dengan adanya Standar Operasional
Prosedur (SOP) media sosial yang harus dijalankan oleh Sosial Media Officer (SMO), Berdasarkan hasil wawancara dengan
divisi SMO penulis menguraikan pelaksanaan media sosial di Politeknik LP3I
Bandung sebagai berikut :


EmoticonEmoticon